Retrospective to Start New Day

Finally I post new story again today. Yay! *applause to myself, finally I made it*

Let me write this story in English. HAHAHA. Please pardon if you find any mistakes in this post or you can be English police for me and write in comment section below which is the typo or wrong in grammar rule. (*it’s kind of I will write an essay for TOEFL hahaha lol). Okay let’s get started..

Honestly, these 2 months are really freaking me out and hard time for me. Failed getting some jobs that I really want after several months studied hard for the interview, broken heart from someone that I trust and adore much for these years, should move out from apartment because of the leasing contract run out, I should still focus on project that has tight deadline at office, and drama of searching new place that took my time a lot and drained my energy so much. Omg my life is full of dramas.

Continue reading “Retrospective to Start New Day”

Menjajal Kereta Bandara & Skytrain Indonesia

Beberapa waktu lalu usai lebaran, saya kembali ke Jakarta dengan pesawat. Beberapa hari sebelum saya kembali ke Jakarta, saya tidak sadar bahwa pesawat yang saya naiki nantinya akan landing di Bandara Soekarno Hatta, bukan di Bandara Halim Perdanakusuma. Padahal tempat tinggal saya jelas lebih dekat dari Bandara Halim Perdanakusuma. Saya lupa kenapa dulu nggak pesen aja perjalanan Solo-Halim ya. Hmm. Setelah cek tiket di Tokopedia. Beneran dong, ternyata nanti landing di Bandara Soekarno Hatta. Saya pun galau tidak karuan.

“Yah kan mager lah kalo dari soeta mau ke kosan, jauh banget lagi kan, kalo naik ojek mobil online ya kalo dapet, kan ini di bandara, pasti mahal otw kosan, belum bayar tol-nya, belum kalo macet, duh lama nih pasti nyampe kosan”

– nabilla, member anti macet-macet club.

Nah ya seperti itu kegundahan hati saya. Hahaha. Masalah di Jakarta sebenarnya ya itu-itu saja. Kalo ngga macet ya mahal di ongkos perjalanan. Ya kalau mahal tapi gak macet sih gak masalah ya, ini udah mahal ongkosnya, abis gitu macet lagi kan, ngeselin, buang waktu di jalan.

Lalu saya tiba-tiba teringat dengan kereta bandara. AHA! *cring cring cring* sontak saya mendapat pencerahan. “Wah lumayan nih kalo perjalanannya dari bandara ke kosan pake kereta bandara, bisa nyampe kos lebih cepet, yay!”. Lalu hebohlah saya cari info tentang kereta bandara ini. Hmm daripada kebanyakan intro, lanjut mari membahas gimana detailnya saya bisa naik kereta bandara..

Rute

Nah saya awalnya googling dulu, kereta bandara ini sebenarnya melayani rute mana aja sih?

Screen Shot 2018-06-30 at 7.36.15 PM
sumber: https://www.railink.co.id/jadwal-kereta

Berdasarkan gambar diatas, saat ini kereta bandara hanya melayani Bandara Soekarno Hatta (BST) ke Batu Ceper (BPR) dan BNI City (BNC) begitu pula sebaliknya. Namun ada kabar gembira, kalau tidak salah kereta bandara sudah menambah layanannya hingga ke stasiun Bekasi (BKS). Jadi harus diingat ya, kereta ini nggak sembarang berhenti di stasiun yang ada di Jakarta. Cuma berhenti di 3 stasiun ini aja. Kalau yang masih awam sama stasiun BNI City, nama lainnya adalah stasiun Sudirman Baru. Stasiun ini dekat dengan stasiun Sudirman, bahkan sekarang sudah ada area jalan kaki dari stasiun Sudirman ke stasiun Sudirman Baru. CMIIW.

Continue reading “Menjajal Kereta Bandara & Skytrain Indonesia”

Belajar Sabar

*Post ini akan menjadi sangaaat panjang. Monggo minum dulu atau ambil cemilan dulu ya…

Jakarta. Ya, saya sudah tinggal di ibukota yang keras ini selama kurang lebih 3 tahun lamanya. Waktu yang dibilang tidak sebentar, tapi saya sudah merasa setiap harinya ingin pindah ke kota lain yang lebih tenang. Bisa dibilang, Jakarta itu kota yang penuh dengan drama. Drama kemacetannya, drama perpolitikannya, drama kehidupan ekonominya, drama banjirnya, drama ojek onlinenya, dan masih banyak drama lainnya. Tidak heran jika saya selalu berangan bisa mendapatkan pekerjaan di kota atau negara lain yang jauh lebih tidak drama dari Jakarta.

Saya tinggal di daerah Jakarta Timur. Untuk warganet yang tau Jakarta, pasti ngga heran lagi kalo saya abis ini mau komplain tentang macetnya daerah Jakarta Timur. Jam berangkat kantor sama jam pulang kantor tuh ya, dah kayak dawet macetnya, misal 8km aja pasti dah setengah jam sampai satu jam. Naik apa toh kalo ngantor? Ya naik gojek atau nggak naik metrotrans. Pada tau ngga nih metrotrans apaan? hahaha. Tapi ya gitu yah, kalo naik metrotrans berasa ngga sampe sampe, biasanya kalo saya ya tak tinggal tidur di dalem bis, hahaha. Makanya disini saya belajar sabar. Kata ust.Hanan Attaki, sabar secara teori itu belajarnya gampang, tapi kalo sabar praktek kita harus cari gurunya. Gurunya dimana? bisa dimana saja dan dengan siapa saja. Begitupun dengan apa yang saya alami, macet? ya itu guru saya biar belajar lebih sabar. Meski kadang ngomel-ngomel, setiap harinya saya tetap berusaha belajar sabar dan ikhlas.

Kenapa sih kira-kira saya tinggal jauh dari kantor? ini pertanyaan yang sering banget saya dapatkan. Karena biasanya males jawab yah, jadi saya senyumin aja kalo ada yang nanya pertanyaan kepo gak penting kaya gitu, wkwk. Berhubung disini pas banget lagi bahas macet, jadi saya ceritain aja, sebenarnya saya iseng pengen tinggal jauh dari kantor cari tempat yang bersih, dapet sinar matahari yang cukup (ini penting banget biar kamar ngga jamuran huhu), tapi fasilitas oke gitu, nah sayangnya saya keburu betah sekarang sama tempat kosan yang saya sewa. Jadilah saya makin males pindah ke deket kantor, karena eh karena daerah lingkungan kantor juga banyak yang digusur akibat pembangunan kerajaan Ciputra. hahaha. *yelah malah curhat*

Balik lagi ke belajar sabar, pas berangkat kantor saya sering banget melihat abang-abang driver ojek online yang pada semangat kerja nyari pelanggan, bapak-bapak tukang pembersih sampah, kang angkot, pokoknya semua orang deh kaya energinya itu semangat cari kerja. Ya tau sendiri lah ya, Jakarta itu keras bos, jangan harap kalangan millenials dan menengah kebawah itu bisa leyeh-leyeh dirumah trus tiba-tiba dapet rejeki kedatengan orang tv bagi-bagi rejeki jutaan rupiah kaya yang sering kita lihat di tv-tv, hahaha. Literally like everyone harus kerja keras bagai kuda untuk bisa hidup di Jakarta. Saya pun setiap pagi memotivasi diri sendiri untuk sabar dalam bekerja dengan melihat semangat orang-orang yang ada di sekitar saya, saya masih beruntung bisa bekerja di dalam ruangan ber-AC dan setiap bulan bisa jelas dapat gaji sekian, sedangkan orang lain harus bekerja hingga larut malam di jalanan dengan pendapatan yang tidak menentu.

Continue reading “Belajar Sabar”

Produktif Tanpa Instagram?

Berdasarkan artikel Masyarakat Indonesia Rajin Gunakan Jejaring Sosial, sosial media di Indonesia menyedot banyak fans dengan 87.4% yang menunjukkan presentase paling tinggi jika dibandingkan dengan mencari info/browsing dengan 68.7% ataupun instant messaging dengan 59.9%.  Apalagi ditambah dengan sosial media jaman sekarang yang sudah berkembang jauh lebih menarik dan adiktif, hingga sangat sulit untuk terlepas dari sosial media. Jumlah penggemarnya di Indonesia pun akan masih terus meningkat. Salah satu sosial media yang kini digandrungi masyarakat Indonesia adalah Instagram. Anak perusahaan Facebook ini selalu melahirkan berbagai macam fitur baru terkait mempertahankan bahkan meningkatkan jumlah pengguna aktif yang kini sudah berjumlah 800 juta. Grafiknya bisa dilihat dibawah ini perkembangan jumlah pengguna aktif Instagram dari Januari 2013 hingga September 2017.

Screen Shot 2017-10-22 at 12.49.32 PM.png
sumber: https://www.statista.com/statistics/253577/number-of-monthly-active-instagram-users/

Tidak heran jika dari survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2016 di artikel 3 Media Sosial Favorit Pengguna Internet Indonesia, Instagram menjadi urutan kedua setelah Facebook dengan persentase 15% dengan total 19.9 juta pengguna.

Continue reading “Produktif Tanpa Instagram?”

2nd Summit, Here We Go Singapore!

Maret 2015 lalu, saya secara resmi bergabung dengan komunitas Google di Indonesia yang berbasis hobi dalam menggunakan produk Google, yaitu Google Top Contributor.  Komunitas ini tidak hanya sebagai tempat para anggotanya untuk saling berbagi terkait produk google, namun anggotanya juga bisa membantu pengguna produk Google lainnya di Indonesia. Komunitas yang sedang kita bicarakan sekarang adalah Google TC Indonesia Forum Universal. Ya, memang setiap produk Google wajarnya memiliki komunitas/forum yang akan membahas spesifik produk, namun berbeda dengan Forum Universal. Forum Universal akan membahas beberapa produk dalam satu Forum. Silakan buka dulu Forum untuk spesifik produk seperti Forum Bantuan Adwords dan coba bandingkan dengan Forum Bantuan Google. Sudah bisa melihat perbedaannya?

Ya, perbedaannya untuk Forum Bantuan Adwords akan hanya spesifik membahas produk Adwords saja, sedangkan Forum Bantuan Google membahas 9 produk yang berbeda. Mereka adalah Akun (Account), Chrome, Gmail, Penelusuran (Search), Google+, Foto (Photos), Play, Allo, dan terakhir adalah produk yang baru saja di tahun ini kami layani di Forum adalah Blogger. Indonesia, Turki, Thailand, dan Vietnam adalah negara-negara yang memiliki Forum Universal untuk produk Google dari seluruh dunia Google TC yang ada. Setiap hari kami mendapatkan berbagai macam pertanyaan terkait produk Google yang harus kami pecahkan, kenapa harus? karena kami menjadi bagian dari representasi Google ketika berada di dalam forum dan sebisa mungkin kami akan membantu pengguna lain dalam mengatasi masalah yang mereka alami.

Continue reading “2nd Summit, Here We Go Singapore!”

Hello Spore!

Beberapa waktu lalu, saya akhirnya berkesempatan mengunjungi negara pemilik patung singa berbadan ikan alias Merlion, yaitu Singapura untuk pertama kalinya. Lagi-lagi perjalanan kali ini hotel 3 hari dan tiket pulang pergi dibiayai oleh Google. Alhamdulillah. Sisanya? Tentu biaya sendiri. Saya berkesempatan pergi ke Singapura kali ini untuk menghadiri Google Top Contributor Meetup untuk region Asia Pasifik. Saya menghabiskan waktu selama satu minggu untuk 3 hari TC Meetup, sisanya jalan-jalan di Singapore dan mampir sejenak di Johor Bahru, Malaysia. Mari kita telisik lebih jauh detilnya.

TC Meetup
Acara yang dikemas selama 3 hari 2 malam ini, buat saya sangat seru. Acaranya lebih banyak untuk meminta masukan pada kami sebagai TC untuk bagaimana bisa membantu pengguna produk Google dengan lebih baik lagi di masing-masing negara. Selain itu ada networking session pada hari pertama di Sky Bar Hotel tempat kami menginap. Ada dari Singapore, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Filipina, Thailand, Ghana, Australia (sisanya negara mana lagi ya? hmm saya lupa). Lalu hari selanjutnya, acara berlanjut di Kantor Google yang baru. Yeay! Karena kantor Google yang baru berlokasi di Mapletree Business City, jadi kami kesana naik bis dari hotel karena semua sesi utama diadakan di Kantor Google.

img_2398
TC Indonesia with our lovely Googlers

Continue reading “Hello Spore!”

Global Summit Top Contributor Google

Saya adalah salah satu Top Contributor Google di Indonesia dan pada 2015 lalu, saya dan beberapa teman-teman TC lain diberi kesempatan untuk mengunjungi San Francisco, USA untuk menghadiri acara Global Summit Top Contributor Google. Penasaran dengan acara yang ada disana? Yuk simak terus artikel ini ya.

Popup Studies
Hari pertama dan hari terakhir, Google menggelar popup studies yang gunanya adalah untuk mempertemukan tim produk dengan TC. Istilahnya TC disini adalah orang yang hubungannya dekat dengan user/pengguna, sehingga pertemuan ini bertujuan untuk menggali potensi produk menjadi lebih baik lagi kedepannya. Produk yang mengadakan popup studies diantaranya adalah Google Maps, Google Chrome, Google Translate, Gmail, Android, dan masih banyak lainnya. Tim dari masing-masing produk akan bertanya mengenai beberapa hal terkait produk, lalu TC akan memberikan perspektif sebagai pengguna dalam menggunakan produk dan apa saja yang dapat diperbaiki dari produk tersebut.

Headshots
Setelah popup studies, seluruh TC diberikan waktu untuk pengambilan foto. Berdasarkan namanya, tentu foto ini diambil secara portrait untuk digunakan sebagai profil foto TC di website resmi Top Contributor. Namun uniknya, setelah diberikan kesempatan beberapa kali foto, tentu dengan gaya bebas, TC akan mendapatkan cetakan hasil jepretan 3 fotonya dalam bentuk postcard dan juga mendapatkan softcopy-nya. Continue reading “Global Summit Top Contributor Google”